Si Tolol dan Unta Yang Sedang Makan Rumput

Seorang Tolol memperhatikan seekor unta  yang  sedang  makan rumput.  Katanya  kepada  binatang  itu, “Tampangmu mencong.Kenapa begitu?”
 
Unta  menjawab,  “Dalam  menilai  kesan  yang  timbul,   kau mengaitkan  kesalahan  dengan  hal  yang  mewujudkan bentuk. Hati-hatilah terhadap hal  itu!  Jangan  menganggap  wajahku
yang buruk sebagai suatu kesalahan.
 

Pergi  kau  menjauh  dariku,  ambil  jalan lintas. Tampangku mengandung  arti  tertentu,  punya  alasan  tertentu.  Busur memerlukan  yang  lurus  dan  yang  bengkok, pegangannya dan
talinya.”
 
Orang tolol,  enyahlah:  “Pemahaman  keledai  sesuai  dengan sifat keledai.”

Catatan
 
Maulana Majdud, yang dikenal sebagai Hakim Sanai, Sang Bijak Yang  Gilang  Gemilang  dari  Ghaznas  menghasilkan   banyak karangan  mengenai tak bisa dipercayanya kesan subyektif dan
penilaian bersyarat.
 
Salah  satu  petuahnya  adalah,  “Pada  cermin  rusak  dalam fikiranmu, bidadari bisa tampak mempunyai wajah setan.”
 
Kisah  perumpamaan  itu  dipetik  dari  Taman Kebenaran yang Berpagar, yang ditulis sekitar tahun 1130.
 
————————————————————
K I S A H – K I S A H   S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

Posted on Desember 30, 2011, in Anekdot and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: