Kokohnya Dinding Takdir

Semangatmu yang menggebu – gebu tak akan mampu menerobos dinding-dinding takdir

Tugas manusia adalah mendekatkan jarak antara kehendak kita dengan kehendak Tuhan. Pertemuan antara kehendakmu dan kehendakNya bagaikan angin yang membatasi busur panahmu dgn sasaran. Meskipun perhitunganmu sangat akurat, bisa saja angin membelokkan busur panahmu ke arah yang lain. Tugasmu hanyalah memfokuskan perhatianmu pada sasaran, mempersiapkan segala kemungkinan untuk berhasil membidik tepat sasaran. Selanjutnya, biarkan ketentuanNya yang bermain.

… Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (QS. 39:38)

Jujur kita tidak pernah tahu bahkan menjamin ketika busur panah melesat ke sasaran, akan berbelokkah atau lurus. Karena itulah etika orang mukmin jika berjanji selalu mengatakan “InsyaAllah”

Posted on November 7, 2011, in Nasehat and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: