Apakah Wali Itu Tahu Dirinya Wali?

Seorang Kiai Sufi, nyeplos begitu saja dalam sebuah majelis di serambi mushallanya. “Hai teman-teman, kira-kira, apakah seorang wali itu tahu apa nggak ya, kalau dirinya itu wali?”

Para murid yang ada di majelis itu saling mengungkapkan argumentasi. Tentu saja pro dan kontra. Di satu sisi seorang wali mesti tahu kalau dirinya wali, dan pihak lain menegaskan bahwa seorang wali tidak perlu tahu kalau dirinya wali. Bahkan masing-masing argumentasi itu didukung dengan sejumlah dalil al-Qur’an.

“Hei! Kalian ini kan belum pernah berpengalaman menjadi wali, kenapa kalian harus berdebat pada sesuatu yang belum pernah Anda alami?” celetuk seseorang di antara mereka.

“Lho, kan boleh-boleh saja kita kaji secara ilmiah.”

Namun, diskusi itu beru berhenti ketika seseorang diantara mereka mengatakan setengah mengingatkan.

“Hmmmm….nggak usah panjang lebarlah. Allah saja tidak pernah bertanya pada diri-Nya sendiri, apakah Dia itu Tuhan atau bukan?”

Kalimat itu seperti membungkam seribu bahasa para peserta diskusi tasawuf di sana. Dan Kiai itu langsung memeluk orang itu, karena jawaban itulah yang ditunggu-tunggu.

Posted on Juli 22, 2011, in Anekdot and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: