Hanya Sebongkah Tanah Liat

Harta tak langgeng:
datang di pagi hari,
terserak ke berbagai penjuru
ketika malam tiba.
Kecantikan ragawi tak abadi:
pipi memerah-mawar langsung pucat
ketika tergores duri.


Keturunan ningrat hampa nilainya,
banyak yang jadi dungu karena kemewahan.
Tak terhitung anak kaum ningrat
mempermalukan penghulu mereka
karena akhlak buruk.

Mereka yang berbakat
juga tak selalu dapat diandalkan,
walau tampak gemilang dan mengagumkan:
ambilah contoh dari kisah iblis.

Iblis sangat pandai,
tapi karena cintanya tak murni,
tak dilihatnya pada diri Adam,
kecuali sebongkah tanah-liat.

Sumber:
Rumi: Matsnavi VI 255 – 260
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

—————————

Taken from:

http://ngrumi.blogspot.com/2011/07/hanya-sebongkah-tanah-liat.html

Posted on Juli 12, 2011, in Rumi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: